Thursday, August 30, 2007

BISNIS MUDAH


Satu hal yang manusiawi senang membicarakan kesuksesan dan keberhasilan yang sedang dan telah dicapainya, hanya sayang informasi sukses ini tidak diikuti dengan beberapa kisah pembelajarannya (baca: gagal) untuk mencapai tangga kesuksesan tadi. Hingga para pendengar maupun pembaca berani menarik kesimpulan...

"hey! bisnis itu mudah ya".

Parameter ini sangat layak untuk direnungkan khususnya saya pribadi untuk mengetahui tingkat kedewasaan dalam melihat peluang apakah kita termasuk yang mencintai proses atau hasil ??? Bayangkan jika yang kita kejar adalah hasil dan hanya melihat proses dengan sebelah mata ? yang ditakutkan adalah berujung pada kekecewaan.

Berikut beberapa kriteria bisnis "mudah", yang sering menjadi jebakan bagi para entreprenuer2 muda dalam melangkah dan biasanya berakhir dengan proses 'belajar' dalam berinvestasi atau mundur dengan perlahan-lahan :

  1. Bisnis yang paling mudah adalah membuka toko tanpa memprediksi, berapa banyak calon pembeli yang akan datang dan mampir ke toko Anda. Daftar ini bisa menjadi panjang baik dilihat dari tempat, segmentasi calon pembeli, kemampuan daya beli masyarakat, produk yang Anda jual, berapa jumlah penduduk sekitar (di kanan, kiri, depan belakang) dst...
  2. Membeli peralatan2 toko, tanpa melakukan prioritas , ini penting ? ini tidak penting ? bisa berpengaruh terhadap profit yang akan didapatkan/tidak ?! .
  3. Melakukan penyewaan toko dengan masa paling lama atau mengikuti keinginan pemilik toko.
  4. Melakukan stock barang tanpa kontrol, biasanya karena gengsi. 'aduh mas tokonya rame ya ?' maksudnya rame dengan ruang kosong ...haha.
  5. Toko belum pembeli Oriented. design interior, peletakan asesories toko, dst.
  6. Analisa omzet atau profit terlalu muluk (ini orang yang aneh hehe). ambillah yang ditengah2 jangan terlalu PD tapi juga jangan terlalu pesimis. Realistis!.
  7. Bisnis ikut2an atau apa kata orang dan tidak mengikuti intuisi atau tidak di awali dengan analisa sendiri.
  8. Tidak mengantisipasi yang terburuk. Jika tidak laku barang2 mau dikemanakan ?? dengan kata lain agar mental bisa disiapkan sedini mungkin.
  9. Kurang kreatif dan bijaksana untuk memperkecil biaya toko.
Daftar diatas tidaklah untuk di hafal :-), tetapi dipahami lebih jernih, akan jauh lebih baik jika kita bisa meminta teman yang telah sukses untuk menceritakan detail daftar di atas, agar terbuka mata dan pikiran mengenai langkah awal menjadi entrepreneur.

Sukses untuk kita semua-insya Allah-Aamiin.

ps: sayapun pernah gagal ;)

Salam FUUUN*

No comments: