Ada beberapa pelajaran yang saya ambil ketika pulang mudik ke kampung, salah satunya yang menarik adalah ketika saya mencoba memikirkan bagaimana menyiapkan dan mengarahkan mindset saudara saya yang masih duduk di bangku kelas satu smk, menjadi "jeli" dalam melihat peluang usaha.Awalnya ketika sang Ibu meminta saya mengarahkan anaknya untuk memilih jurusan yang bagus untuk masa depannya ketika saya masih di jakarta , tentunya saya tanya suka jurusan mana dan kenapa memilih jurusan tadi...
dari sana bisa diketahui bahwa ternyata mindsetnya adalah sebagai karyawan dan bukan sebagai pemilik.
Intinya kita bisa mempengaruhi pola pikir mereka dengan rangsangan,
Lebih kurang percakapan kami seperti ini :
"Tia, gimana klo saya kasih kamu modal 500 ribu...jika dalam 3 bulan bisa mendapatkan 700 ribu termasuk modalnya (laba 200 ribu) , semua keuntungan buat kamu tapi modal balik ke saya.
Tapi...jika dalam waktu 3 bulan kamu bisa mendapatkan keuntungan 1 juta termasuk modal (laba 500 ribu) , semua keuntungan dan modal buat kamu...."
"Wah GD banget mas"
Nah tertarikkan, kamu bisa siapkan konsepnya seperti apa, kalo bagus tak kasih modal, tapi kalo ndak bagus nanti tak kasih saran yang bagus gimana dan resikonya seperti apa ? nanti ada proses belajar buat kamu, ini saya ga ngetest loch...tapi biar kamu belajar
"bagaimana melihat peluang usaha"...
Ternyata seneng banget diaa hehe, alhamdulillah (dalam hati)
dan baru kepikiran setelah dalam perjalanan pulang menuju jakarta, masih bisa dirangsang lagi anak ini...
"Jika keuntungan di atas 700 ribu termasuk modal dalam tiga bulan tercapai,
berikutnya saya pinjamkan modal 5 juta buat kamu,,,
tapi kalo 1 juta tercapai , modal 10 juta sudah siap turun loch "
hahaha
ide ke dua ini akan saya sampaikan jika dalam 1 bulan belum ada konsep yang matang-
insya Allah.
Semoga cara ini bisa diterapkan di lingkungan keluarga kita.
Jika ada cara yang lebih baik, saya akan senang untuk mengetahuinya :)
No comments:
Post a Comment